MENEMUKAN PERBEDAAN PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF

Kamis, 29 Juli 2010



A.     MENEMUKAN GAGASAN UTAMA PARAGRAF
Gagasan utama adalah pikiran pokok atau inti pembahasan dalam paragraf. Paragraf yang balk hanya mempunyai satu gagasan utama dan diuraikan dalam beberapa gagasan penjelas. Letak gagasan utama dalam paragraf ada dua, sebagai berikut.
1.      Paragraf mempunyai kesimpulan; apabila sebuah paragraf mempunyai kesimpulan (baik di awal maupun di akhir) maka gagasan utama dan kalimat utama selalu ada bersama dalam kalimat kes­impulan tersebut. Kalimat kesimpulan dalam paragraf ditandai dengan penggunaan salah satu kata penghubung: oleh karena itu, jadi, sehinqga, maka, akhirnya, dengan demikian, akibatnya, dan sebagainya.
Perhatikan contoh berikut!
Pertanian yang dilakukan secara konvensional dianggap ketinggalan zaman. Cara bertani kon­vensional tidak mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pangan. Apalagi jika diban­dingkan dengan kebutuhan pangan saat ini. Oleh karena itu, diterapkan bioteknologi pertanian modern yang diharapkan mampu melipatgandakan produksi pangan sekaligus meningkatkan kualitasnya.
2.      Paragraf tidak mempunyai kesimpulan; apabila sebuah paragraf tidak mempunyai kesimpulan karena merupakan paragraf proses, maka gagasan utama disajikan secara tersirat dalam rangkai­an keselurunan kalimat. Rumusan gagasan utama harus dibuat sendiri oleh pembaca. Paragraf jenis ini tidak mempunyai kalimat utama karena semua kalimat berkedudukan sama. Satu kalimat dengan kalimat lain merupakan rangkaian urutan kerja.
Perhatikan contoh berikut!
Sebaiknya brokoli dimasak atau direbus air mendidih dalam kondisi setengah matang. Tambahkan garam untuk membunuh kuman, lalu tiriskan sebentar. Siram dengan air dingin. Fungsi air dingin untuk mempertahankan atau memperlambat proses pemasakan brokoli. Dalam kondisi seperti ini, brokoli dapat disimpan 2-3 hari dan.aman dikonsumsi.
Gagasan utama paragraf di atas adalah: cara menyimpan brokoli agar bertahan 2-3 hari.

B.       MENGIDENTIFIKASI PARAGRAF DEDUKTIF DAN INDUKTIF
Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan menjadi dua yaitu deduktif dan induktif. Paragraf deduktif mempunyai kalimat utama pada awal sedangkan paragraf induktif mempunyai kali­mat utama pada akhir. Kalimat utama selalu ada bersama dengan kesimpulan. Secara eksplisit, ke­simpulan dilengkapi dengan kata penghubung: jadi, dengan demikian, sehingga, oleh karena itu, akhirnya, dan sebagainya. Ada kalanya sebuah kesimpulan tidak menggunakan kata penghubung tersebut, namun tetap menunjukkan bahwa kalimat tersebut adalah kesimpulan. Kita juga pernah menemukan paragraf yang kalimat utamanya tertulis dua kali, yaitu pada awal dan akhir. Paragraf jenis ini disebut paragraf deduktif-induktif.

Perhatikan contoh berikut!
1.    Paragraf Deduktif
Brokoli termasuk sayuran dengan kandungan antioksidan tinggi sehingga cara memasaknya harus benar. Usahakan agar teksturnya matang tapi jangan sampai mengurangi atau menghabiskan kandungan gizinya. Sayuran ini lebih tepat dimasak jenis rebus setengah matang sebelum dikonsumsi. Segera tiriskan dan siram dengan air dingin agar tetap berwarna cantik dan bentuknya tidak hancur. Cara memotong brokoli juga harus benar yaitu mengikuti tangkainya Selain mempengaruhi kesegaran, tangkai brokoli juga berfungsi sebagai hiasan untuk menambah selera makan.
2.     Paragraf induktif
Peremajaan (recoveri) pohon durian semula dilakukan dengan teknik satu pohon. Satu cabang di ujung batang disisakan untuk tempat tumbuh tunas baru. Ternyata hal ini mempunyai banyak kekurangan. Selain mudah tumbang juga lama berbuah. Setelah mencoba teknik tiga batang diperoleh basil bahwa pohon lebih kokoh, cepat berbuah, banyak tunas, dan buahnya banyak. Sehingga teknik peremajaan tiga pohon atau menara kaki tiga menjadi pilihan terbaik saat ini.
3.     Paragraf Deduktif – induktif
Bisnis tanaman hias tidak lepas dari faktor spekulatif. Dengan sedikit modal kita dapat meng­hasilkan banyak keuntungan dalam waktu singkat. Namun, ada kalanya modal besar akan hilang karena perubahan harga yang tidak terprediksi. Khusus untuk beberapa jenis tanaman tertentu mempunyai harga stabil, tetapi untuk jenis yang lain selalu naik turun mengikuti pasar. Kalau Anda menyukai bisnis jenis ini berarti Anda siap dengan segala jenis spekulasinya.

KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.        Guru menyajikan contoh-contoh paragraf.
2.        Siswa mendiskusikan dalam kelompok untuk menentukan: gagasan, paragraf utama, kalimat ulimia, dan jenisnya (deduktif/induktif).
3.        Tiap kelompok membacakan basil untuk mendapat tanggapan dari kelompok lain sehingga diperoleh kesimpulan kelas.

TUGAS PORTOFOLIO
Carilah contoh paragraf deduktif, induktif, dan deduktif-induktif dalam surat kabar atau majalah yang membahas masalah pertanian!

C.       PENALARAN DALAM PENULISAN PARAGRAF
Pengambilan kesimpulan dalam penalaran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: deduktif dan induktif. Perbedaan keduanya sebagai berikut.
1.    Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif, pada dasarnya merupakan, penguraian atau pembuktian sebuah kesimpulan ke dalam data-data khusus. Pola penalaran ini diterapkan dalam penulisan paragraf deduktif, yaitu para­graf yang kesimpulannya ditulis pada awal.
Perhatikan contoh berikut!
Keberhasilan dunia pertanian membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan pemuliaan tanaman. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kuanti­tas dan kualitas produksi tanaman pangan. Usaha tersebut diterapkan pada hampir semua jenis tanaman, misalnya: padi, palawija, buah, sayur, dan tanaman hias. Padi yang ditemukan sekarang mempunyai umur singkat, batang pendek, dan butir gabah banyak. Buah-buahan yang dijual di pasar selalu berkualitas tinggi. Begitu juga dengan sayur dan tanaman hias, semuanya menunjukkan kon­disi baik.
2.    Penalaran Induktif
Penalaran induktif, adalah proses pengambilan kesimpulan secara umum berdasarkan data-data empiris yang ditemukan. Penalaran induktif yang digolongkan menjadi tiga yaitu: generalisasi, analo­gi, dan sebab akibat dapat diterapkan dalam penulisan paragraf induktif.
Perhatikan contoh berikut!
a.    Induktif generalisasi
Pegawai negeri di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Semarang setiap hari Kamis harus memakai pakaian batik atau lurik. Demikian juga pegawai negeri di lingkungan pendidikan kota Semarang maupun Provinsi Jawa Tengah. Bahkan pegawai negeri di instansi mana saja di Jawa Tengah memakai batik atau lurik setiap hari Kamis. Jadi dapat disimpulkan bahwa semua pegawai negeri di Jawa Tengah memakai batik atau lurik setiap hari Kamis.
b.    Induktif analogi
Sebuah peribahasa mengatakan bahwa semakin tinggi pohon, semakin kencang pula angin­rya. Penyataan ini sesuai dengan perjalanan karier manusia. Ketika seseorang telah menduduki jabatan, selalu ada orang lain tidak menyukai. Ketidaksukaan ini dapat dilampiaskan dalam berba­gai bentuk, misalnya: fitnah, ancaman, kekerasan, atau pemerasan. Dapat dikatakan bahwa, jabatan seseorang dan ujian yang dihadapi sama dengan ketinggian pohon dan angin yang me­nerpanya.
c.    Induktif sebab-akibat
Bersamaan dengan naiknya tarif semua angkutan umum, harga sebagian besar bahan pangan naik. Harga kebutuhan pokokpun rnerayap mengikuti. Semua penjual di pasar melakukan tindakan pengamanan dengan menyesuaikan harga jual terbarunya. Bahkan, label pada hampir semua barang di toko mulai diubah. Demikianlah dampak hebat pengurangan subsidi BBM yang sangat dirasakan oleh masyarakat.

Read more...


JENIS-JENIS SURAT

a.      Surat Keluarga
Menurut kepentingan atau isinya, surat keluarga terbagi dalam jenis-jenis berikut.
1.      Surat ucapan terima kasih, ditandai oleh pemakaian ungkapan yang bernada pengakuan dan penerima utang budi atas kebaikan-kebaikan yang telah diterima penulis surat. Ia merasa perlu untuk menyampaikan ungkapan-ungkapan itu sebagai wujud balas budi.
2.      Ungkapan bela sungkawa, disampaikan kepada pihak-pihak yang sedang berduka. Misalnya, karena salah satu anggota keluarganya meninggal dunia. Ungkapan bela sungkawa penting untuk disampaikan, terutama kepada sahabat dan kerabat dekat sebagai bukti kepedulian atas penderitaan yang tengah mereka alami.
3.      Ucapan selamat, disampaikan kepada pihak-pihak yang mengalami kebahagiaan. Misalnya karena menjadi juara kelas, mendapat hadiah, dan ulang tahun.
4.      Perkenalan, surat ini disampaikan kepada seseorang yang ingin kita kenal. Kita belum mengetahui betul sifat dan karakter orang yang akan disurati. Hendaknya menggunakan kata atau ungkapan yang secermat mungkin. Kesalahan dalam pemilihan kata bisa menggagalkan niat baik itu.
5.      Undangan, disampaikan kepada pihak-pihak yang diharapkan kehadirannya pada acara atau kegiatan yang hendak dilangsungkan. Misalnya, pesta ulang tahun.
6.      Permintaan maaf, disampaikan kepada pihak yang telah disakiti atau dilukai hatinya. Hal yang penting diperhatikan adalah cara penyampaiannya.
Hindari penggunaan kata atau ungkapan yang dapat menimbulkan luka baru. Carilah kalimat yang tepat supaya itikad baik itu berhasil.

b.      Surat Dinas (Resmi)
Macam-macam surat dinas (resmi) adalah sebagai berikut.
(1)   Surat undangan
Surat undangan adalah surat yang berisikan ajakan atau permintaan agar si terkirim turut serta pada kegiatan yang diadakan oleh pihak pengirim surat.
            Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat undangan adalah:
a.       Bahasa yang digunakan haruslah sopan,
b.      Maksud undangan jelas, termasuk tempat, waktu, bentuk acara,
c.       Identitas pengundang beserta orang yang turut mengundang dinyatakan secara jelas.
Surat undangan ditandai oleh kalimat, “Dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara untuk hadir pada acara....
(2)   Surat permohonan
Surat permohonan permintaan terhadap suatu hal. Yang diminta bisa berupa kebijakan. Misalnya izin penyelenggaraan suatu kegiatan, permintaan yang berupa jasa, atau barang. Surat permohonan antara lain ditandai dengan pernyataan. “Untuk itu, kami memohon izin agar dapat menggunakan....
Hal yang perlu diperhatikan dalam menulis surat permohonan adalah kejelasan alasan atau pengajuan permohonan tersebut, pengungkapan bahasa yang sopan, dan isinya tidak merendahkan diri.
(3)   Surat perjanjian
Surat perjanjian adalah surat yang digunakan untuk mengadakan kesepakatan antara dua pihak berkaitan dalam satu urusan. Surat perjanjian dapar berupa rincian pasal-pasal dan dapat pula berupa pernyataan biasa. Isinya antara lain mengatur kewajiban dan hak kedua belah pihak. Misalnya dalam peranjian jual beli, di satu pihak adan yang berkewajiban mengirimkan barang dan di pihak lain ada yang berhak menerima barang. Selain itu, ada pihak yang berkewajiban membayar harga barang dan pihak yang berhak menerima barang.
            Dilihat dari tujuan dan isinya, surat perjanjian terdiri atas:
a.       Perjanjian jual beli
b.      Perjanjian sewa menyewa
c.       Perjanjian sewa beli
d.      Perjanjian peminjaman
e.       Perjanjian pemborongan
f.        Perjanjian kerja, dan sebagainya.
Cara menyusun surat perjanjian:
a.       Menuliskan judul perjanjian
b.      Mencantumkan nama, pekerjaan, alamat pihak-pihak yang mengadakan perjanjian
c.       Mencantumkan isi perjanjian, hak dan kewajiban dan ketentuan-ketentuan lainnya yang disepakati serta dituangkan dalam pasal-pasal
d.      Ditandatangani oleh kedua belah pihak atas materai dan disertai saksi-saksi.
(4)   Memo atau memorandum
Memo atau memorandum adalah tulisan singkat dalam suatu organisasi atau perusahaan yang digunakan secara intern dan sifatnya nonformal. Tujuan pembuatan memo adalah meminta atau memberikan informasi atau petunjuk kepada seseorang yang berkompeten.
Contoh :
Dari: http://www.sabah.edu.my/csm07003/bab03/nota/ndok13memo.htm










(5)   Surat Kuasa
Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang atau kekuasaan kepada seseorang untuk bertindak atas nama pihak yang memberi kuasa.

Contoh:

Dari: http://lenteraahyar.blogspot.com/2009/07/contoh-surat-kuasa.html


(6)   Surat lamaran pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan merupakan surat permohonan untuk memperoleh suatu pekerjaan atau jabatan. Surat lamaran pekerjaan ini dibuat berdasarkan iklan atau atas inisiatif sendiri.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat surat lamaran pekerjaan adalah:
a.       Tulisan harus rapi dan bersih
b.      Bahasa yang digunakan hendaknya bahasa resmi, tidak bertele-tele, tidak merengek-rengek, dan tidak menyombongkan diri
c.       Isi surat singkat dan jelas
Surat lamaran pekerjaan hendaknya berisi data pelamar, riwayat hidup, surat referensi (bila ada) ijazah, sertifikat, dan keterangan lainnya yang diperlukan.

(7)   Nota dinas
Nota dinas merupakan surat yang berisikan catatan-catatan singkat yang berhubungan dengan urusan kedinasan. Nota dinas biasanya ditulis oleh suatu subkerja kedinasan untuk disampaikan pada atasannya. Isinya bisa berupa pemberitahuan atau laporan.
Perhatikan contoh berikut ini.



SMU KARTINI
Jalan K.h. Ahmad Dahlan 901
SEMARANG

22 Juli 2002

Kepada       :           Kepala SMU Kartini
Dari             :           Kepala Tata Usaha SMU Kartini
Hal              :           Laporan peserta UAN

Dengan ini saya beri tahukan kepada Bapak bahwa daftar peserta UAN SMU Kartini sudah selesai saya kerjakan. Untuk hal itu, saya memohon Bapak untuk menelitinya kembali. Jika ada kekurangan dalam daftar tersebut. Bapak dapat memberitahukannya kepada saya:

Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terima kasih.

                                                   Hormat saya, 


                                           Drs. Nugroho Ahmad



(8)   Surat perizinan
Surat perizinan atau pemberian izin adalah surat yang digunakan untuk memberi izin kepada seseorang. Penerbitan surat pemberian izin umumnya didahului oleh suatu permintaan atau permohonan. Oleh karena itu, kalimat awal surat ini sering didahului oleh pernyataan berikut.
a.       Berdasarkan surat dari ......, kami mengizinkan .......
b.      Dengan surat ini, kami mengizinkan ......
c.       Berkenaan dengan surat Saudara nomor ....., dengan ini kami mengizinkan
Surat pemberian izin umumnya diakhiri oleh kalimat:
a.       Atas perhatian Saudara, kami sampaikan terima kasih.
b.      Pemberian izin dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam proses selanjutnya.

Contoh :
YAYASAN SUKAPURA SPORT
Jalan Jenderal Soedirman 123
PALEMBANG
                                                                                           
                                                                                           30 September 2002

Nomor        : 11/YAS/H/2001
Perihal         : Izin Penggunaan GOR Sukapura

Yth. Ketua Panitia Haornas
SMU Permata Hati
Jalan Jenderal Soedirman 11 Palembang

Dengan hormat,
Berkenaan dengan surat Saudara 17/Pan. Haornas/SMU.BL/2002, tentang Permohonan Penggunaan GOR Sukapura, bersama ini kami beri tahukan bahwa kami mengizinkan Saudara untuk menggunakannya. Adapun persyaratan yang harus Anda penuhi dalam penggunaan GOR Sukapura bisa Anda baca pada lampiran surat ini.

Semoga kerja sama ini ada manfaatnya. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

                                                     Hormat kami, 


                                                Andi Arif Natajaya

(9)   Surat Edaran
Surat edaran berisi informasi yang harus diketahui banyak pihak dalam suatu struktur kelembagaan. Surat edaran biasanya dikeluarkan oleh instansi yang strukturnya lebih tinggi daripada penerima surat. Bila instansi yang mengirimkannya berupa departemen di pemerintah, surat edaran dikeluarkan oleh menteri kepada dirjen atau struktur organisasi yang lebih rendah lagi. Isi surat edaran bisa berupa anjuran, pemberitahuan, permintaan, peraturan, atau larangan.
Surat edaran ditandai oleh pernyataan berikut.
a.       Dalam rangka melaksanakan ......, kami mohon Saudara memperhatikan .....
b.      Berdasarkan surat keputusan ......, dipandang perlu ......
c.       Untuk menindaklanjuti peraturan ......., dengan ini kami atur bahwa ......
d.      Untuk mencapai ......, kami mohon Saudara untuk memperhatikan .......
e.       Berhubungan dengan keputusan ......, dengan ini kami beri tahukan ......
Dalam contoh pernyataan di atas tampak bahwa penerbitan surat edaran selalu dilandasi oleh latar belakang atau alasan tertentu. Latar belakangnya bisa berupa tuntutan suatu peraturan atau tujuan tertentu.
1.      Pernyataan (c) dan (e) dilatarbelakangi oleh adanya suatu peraturan.
2.      Pernyataan (a), (b) dan (d) dilatarbelakangi oleh tujuan atau harapan tertentu.
Beberapa contoh kalimat penutup dalam surat edaran adalah sebagai berikut.
1.      Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih.
2.      Edaran ini harap diperhatikan, disebarluaskan, dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
3.      Hal-hal tersebut di atas harap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
4.      Mudah-mudahan partisipasi dan pengawasan Saudara dapat meningkatkan kualitas akademik para siswa.
5.      Atas perhatian dan terlaksananya edara ini, kami ucapkan terima kasih.
Kalimat pembuka dan penutup surat-surat dinas
            Surat dinas terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1.      Tanggal, alamat, nomor surat, lampiran, pokok isi surat
2.      Salam pembuka dan salam penutup
3.      Bagian yang merupakan inti surat
Pada alenia pembuka yang merupakan isi surat, biasanya digunakan kalimat pembuka yang sesuai dengan isi surat. Misalnya, pemberitahuan menyatakan sesuatu, meminta sesuatu, membalas surat atau menjawab pertanyaan, dan sebagainya.
Beberapa contoh kalimat pembuka adalah:
1.      Dengan surat ini, kami beri tahukan kepada Saudara .....
2.      Dengan ini saya mohon bantuan Saudara untuk ......
3.      Bersama ini saya kirimkan kepada Bapak .....
4.      Seiring dengan surat ini saya kirimkan uang melalui wesel sebesar .....
5.      Membaca surat Saudara tanggal ......
Kalimat penutup surat juga harus disesuaikan dengan isi surat. Kalimat penutup ini ditempatkan pada paragraf penutup.
Beberapa contoh kalimat penutup:
1.      Atas bantuan Saudara, saya sampaikan terima kasih.
2.      Kami akhiri surat ini dengan ucapan terima kasih atas perhatian dan kerja sama Saudara yang baik.
3.      Sekian laporan kami dengan harapan beroleh tanggapan dan perhatian Bapak.
4.      Semoga laporan ini dapat membantu Bapak. Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terimakasih.
Contoh-contoh penggunaan kalimat pembuka/penutup yang salah:
1.      Bersama ini saya beri tahukan bahwa anak saya yang bernama Arif tidak bisa masuk sekolah sebagaimana biasanya karena ada keperluan keluarga yang sangat penting.
Kalimat ini adalah kalimat pembuka. Pemakaian bersama ini memiliki arti bahwa bersamaan surat yang dibuatnya, si penulis datang kepada pihak terkirim (pihak sekolah) untuk memberitahukan keadaan anaknya. Perbaikan kalimat tersebut adalah, “Dengan ini saya beri tahukan bahwa anak saya bernama Arif tidak bisa masuk sekolah sebagaimana biasanya karena ada keperluan keluarga yang sangat penting.”
2.      Dengan ini kami mengajukan lamaran untuk bekerja di perusahaan Bapak.
Kalimat ini merupakan bagian dari surat lamaran pekerjaan. Karena pihak pengirim surat itu tidak mewakili siapa pun kecuali dirinya sendiri, penggunaan kata kami dalam surat tersebut tidak tepat. Kata ini harus diganti dengan kata saya.
3.      Atas perhatiannya saya ucapkan teima kasih.
Kesalahan terdapat pada pemakaian klitika –nya. Klitika-nya merupakan kata ganti orang ketiga tunggal, yang sama maknanya dengan ia atau dia.
4.      Saya haturkan terima kasih atas perhatian Ibu.
Pemakaian kata haturkan dalam kalimat ini tidak tepat karena bukan berasal dari bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Sunda yang artinya sama dengan sampaikan. 

Read more...

BERITA, TAJUK RENCANA, DAN KOLOM KHUSUS



1.      Berita dalam surat kabar
Berita adalah peristiwa/kejadian yang mengandung hal yang menarik, luar biasa, dan terkini (baru). Suatu peristiwa/kejadian disebut berita apabila sudah dilaporkan. Jadi, berita bisa disebut peristiwa/kejadian yang dilaporkan.
Dalam melihat suatu peristiwa, hendaknya tidak melihat seperti orang biasa. Ketika menyaksikan sekelompok pelajar tawuran, seorang pencari berita tidak sekadar melihat perkelahian seru lalu bubar setelah brimob datang. Ia harus mampu menemukan nilai berita dari kejadian ini, bukan sekadar melihatnya.
Kalau sudah menemukan adanya nilai berita dari suatu peristiwa, mulailah mencari tahu alur peristiwa. Alur atau jalan cerita peristiwa biasa disusun dengan mencari informasi berikut: peristiwa apa, yang terlibat siapa, terjadi kapan, di mana, lalu mengapa bisa terjadi, dan kejadiannya bagaimana.
Keenam unsur ini biasa dikenal sebagai enam unsur berita atau dalam bahasa Inggris disebut 5 W + 1 H (who, what, where, when, why + how). Unsur ini dalam penulisan berita diletakkan pula pada bagian awal yang biasa disebut lead atau kepala berita.
Perhatikan pola penulisan berita dengan metode piramida terbalik berikut.


Read more...

  © Blogger template Brownium by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP